Sabtu, 08 Juni 2013

pre tes and pos tes ( الإمتحان البدائي و الإمتحان البدائي)

A.    Tes Awal (الإمتحان البدائي)
Tes awal adalah tes yang diberikan kepada murid mengenai bahan yang akan diajarkan kepedanya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Tes awal dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang berkenaan dengan kompetensi atau bahan ajar yang akan dipelajarinya. Bahan tesnya ialah bahan tes yang telah disusun pada langkah evaluasi perencanaan penbelajaran. Perkiraan kita nilai yang akan diperolehnya adalah nol atau hanya sedikit saja yang menjawab dengan betul. Ini dapat dimengerti sebab pelajaran itu belum pernah diajarkan.
Informasi yang diperoleh dari pemberian tes awal dapat dimanfaatkan untuk menentukan kebijakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran . misalnya, hasil tes awal menunjukan bahwa peserta didik telah menguasai topik tertentu yang akan dibicarakan, maka guru tidak prlu membicarakan topik tersebut atau cukup disinggung saja.[1]
Berdasarkan hasil tes awal inilah guru dapat mengetahui sejauh manakah bahan pelajaran telah diketahui murid. Asumsi kita, hasil tes awal itu tidak akan baik, kemudian guru melakukan kegiatan mengajar dan murid melakukan kegiatan belajar, yang keduanya akan berlangsung proses komunikasi atau interaksi dalam pembelajaran.
Dalam mengajarkan bahan pelajaran ini guru berpedoman kepada perencanaan pembelajaran yang telah disiapkan. Dan nantinya pada langkah inilah sebenarnya terjadinya proses interaksi mengenai bahan yang diprogramkan itu,   yakni:
a.       Perumusan tujuan pembelajaran
b.      Bahan ajar
c.       Metode pembelajaran
d.      Sarana dalam kegiatan pembelajaran.[2]
Setelah tes awal itu berakhir, maka sebagai tindak lanjutnya adalah:
a.       Jika dalam tes awal itu semua materi yang ditanyakan dalam tes sudah dikuasai dengan baik oleh peserta didik, maka materi yang telah ditanyakan dalam tes awal itu tidak akan diajarkan lagi.
b.      Jika materi yang dapat dipahami oleh peserta didik baru sebahagian saja, maka yang diajarklan adalah materi yang belum cukup dipahami oleh para peserta didik tersebut.[3]   

B.     Tes ِِAkhir (الإمتحان البدائي)
Tes akhir adalah tes yang diberikan kepada siswa setelah proses pembelajaran selesai. Tes ini identik dengan tes awal, jadi pada tes awal dan tes akhir perbedaannya hanya terdapat pada waktu pelaksanaanya dan fungsinya saja.
Hasil tes awal juga dapat dipergunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan. Jika hal itu yang dimaksudkan, nilai tes awal dibandingkan dengan nilai tes tes akhir, jika nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam tes akhir jauh lebih tinggi dari pada nilai tes awal, atau mempunyai perbedaan yang signifikan berarti peserta didik memperoleh penguasaan dan keterampilan baru seperti yang diharapkan.  
            Kemudian hasil tes awal dan tes akhir itu kita bandingkan, disini ada hasil keseluruhan tes dan hasil pertanyaan demi pertanyaan. Hasil keseluruhan tes dapat diketahui dengan jalan menghitung angka rata-ratanya. Mengenai hasil analisis pertanyaan demi pertanyaan akan dapa diketahui:
-          Jumlah siswa yang salah dalam tes awal tapi betul dalam tes akhir   
-          Jumlah siswa yang betul dalam tes awal tapi salah dalam tes akhir  
-          Jumlah siswa yang salah dalam tes awal dan salah dalam tes akhir  
-          Jumlah siswa yang betul dalam tes awal dan betul dalam tes akhir  
Dari perbandingan kedua hasil tes tersebut kita dapat menarik kesimpulan perlu tidaknya peninjauan kembali (revisi) langkah-langkah yang telah kita tempuh seluruhnya. Mungkin yang kurang tepat terletak pada metode yang digunakan, atau mungkin pula tujuan pembelajaran yang kita rumuskan terlalu tinggi untuk dapat dicapai para siswa sehingga perlu diubah atau disederhanakan.
Demikian dengan melakukan dua jenis perbandingan sekurang-kurangnya tiga hal dapat diketahui yakni:
1.      Hasil belajar masing-masing siswa
2.      Sejauh mana tujuan-tujuan yang telah dirumuskan berhasil dicapai
3.      Kelemahan-kelemahan yang masi terdapat dalam bagian-bagian tertentu dari program yang kita berikan, sehingga memberikan pedoman pada kita untuk mengadakan perbaikan (revisi).
 Fungsi tes:
Secara umum, ada dua macam fungsi yang oleh tes, yaitu:
1.      Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu.
Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai. 



[1] Burhan nurgiyantoro, penilaian pembelajaran bahasa. (Cet. I; Yogyakarta: BPFE, 2010), h. 112
[2] B. Suryosubroto, Proses belajar mengajar disekolah. (cet.I; Jakarta: PT. Rineka cipta, 1997), h. 162-163
[3] Anas sudijono, Pengantar evaluasi pendidikan. (Cet. IV; Jakarta: PT Raja grafindo persada, 2003), h. 69-70