Tes
awal adalah tes yang diberikan kepada murid mengenai bahan yang akan
diajarkan kepedanya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Tes awal
dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang berkenaan
dengan kompetensi atau bahan ajar yang akan dipelajarinya. Bahan tesnya
ialah bahan tes yang telah disusun pada langkah evaluasi perencanaan
penbelajaran. Perkiraan kita nilai yang akan diperolehnya adalah nol
atau hanya sedikit saja yang menjawab dengan betul. Ini dapat dimengerti
sebab pelajaran itu belum pernah diajarkan.
Informasi
yang diperoleh dari pemberian tes awal dapat dimanfaatkan untuk
menentukan kebijakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran .
misalnya, hasil tes awal menunjukan bahwa peserta didik telah menguasai
topik tertentu yang akan dibicarakan, maka guru tidak prlu membicarakan
topik tersebut atau cukup disinggung saja.[1]
Berdasarkan
hasil tes awal inilah guru dapat mengetahui sejauh manakah bahan
pelajaran telah diketahui murid. Asumsi kita, hasil tes awal itu tidak
akan baik, kemudian guru melakukan kegiatan mengajar dan murid melakukan
kegiatan belajar, yang keduanya akan berlangsung proses komunikasi atau
interaksi dalam pembelajaran.
Dalam
mengajarkan bahan pelajaran ini guru berpedoman kepada perencanaan
pembelajaran yang telah disiapkan. Dan nantinya pada langkah inilah
sebenarnya terjadinya proses interaksi mengenai bahan yang diprogramkan
itu, yakni:
a. Perumusan tujuan pembelajaran
b. Bahan ajar
c. Metode pembelajaran
d. Sarana dalam kegiatan pembelajaran.[2]
Setelah tes awal itu berakhir, maka sebagai tindak lanjutnya adalah:
a. Jika
dalam tes awal itu semua materi yang ditanyakan dalam tes sudah
dikuasai dengan baik oleh peserta didik, maka materi yang telah
ditanyakan dalam tes awal itu tidak akan diajarkan lagi.
b. Jika
materi yang dapat dipahami oleh peserta didik baru sebahagian saja,
maka yang diajarklan adalah materi yang belum cukup dipahami oleh para
peserta didik tersebut.[3]
B. Tes ِِAkhir (الإمتحان البدائي)
Tes
akhir adalah tes yang diberikan kepada siswa setelah proses
pembelajaran selesai. Tes ini identik dengan tes awal, jadi pada tes
awal dan tes akhir perbedaannya hanya terdapat pada waktu pelaksanaanya
dan fungsinya saja.
Hasil
tes awal juga dapat dipergunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan.
Jika hal itu yang dimaksudkan, nilai tes awal dibandingkan dengan nilai
tes tes akhir, jika nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam tes
akhir jauh lebih tinggi dari pada nilai tes awal, atau mempunyai
perbedaan yang signifikan berarti peserta didik memperoleh penguasaan
dan keterampilan baru seperti yang diharapkan.
Kemudian hasil tes awal dan tes akhir itu kita bandingkan, disini ada
hasil keseluruhan tes dan hasil pertanyaan demi pertanyaan. Hasil
keseluruhan tes dapat diketahui dengan jalan menghitung angka
rata-ratanya. Mengenai hasil analisis pertanyaan demi pertanyaan akan
dapa diketahui:
- Jumlah siswa yang salah dalam tes awal tapi betul dalam tes akhir
- Jumlah siswa yang betul dalam tes awal tapi salah dalam tes akhir
- Jumlah siswa yang salah dalam tes awal dan salah dalam tes akhir
- Jumlah siswa yang betul dalam tes awal dan betul dalam tes akhir
Dari
perbandingan kedua hasil tes tersebut kita dapat menarik kesimpulan
perlu tidaknya peninjauan kembali (revisi) langkah-langkah yang telah
kita tempuh seluruhnya. Mungkin yang kurang tepat terletak pada metode
yang digunakan, atau mungkin pula tujuan pembelajaran yang kita rumuskan
terlalu tinggi untuk dapat dicapai para siswa sehingga perlu diubah
atau disederhanakan.
Demikian dengan melakukan dua jenis perbandingan sekurang-kurangnya tiga hal dapat diketahui yakni:
1. Hasil belajar masing-masing siswa
2. Sejauh mana tujuan-tujuan yang telah dirumuskan berhasil dicapai
3. Kelemahan-kelemahan
yang masi terdapat dalam bagian-bagian tertentu dari program yang kita
berikan, sehingga memberikan pedoman pada kita untuk mengadakan
perbaikan (revisi).
Fungsi tes:
Secara umum, ada dua macam fungsi yang oleh tes, yaitu:
1. Sebagai
alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi
mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh
peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam
jangka waktu tertentu.
Sebagai
alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes
tersebut akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran
yang telah ditentukan telah dapat dicapai. 